Minggu, 13 Agustus 2017, 12:21 WIB

Kementan Gelontorkan Rp 5,5 Triliun untuk Petani Buah

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini
Prayogi/Republika
Pedagang menata buah lokal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (29/8).(Prayogi/Republika)
Pedagang menata buah lokal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (29/8).(Prayogi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengalokasikan Rp 5,5 triliun untuk mendukung petani buah dan rempah. Bantuan yang diberikan berupa bibit dan pupuk yang bisa didapat petani secara gratis.

"Sesuai perintah bapak Presiden senilai 5,5 triliun mulai nanti September," ujarnya saat ditemui di Sarinah usai Festival Makan Buah Lokal, Ahad (13/8).

Buah yang menjadi target bantuan adalah buah atau rempah potensial terutama, berdasarkan pada keunggulan geografis suatu wilayah. Misalnya, untuk komoditas pala asal Banda yang bahkan terbaik dunia.

Amran mengatakan, buah lokal telah menarik minat bangsa asing untuk impor. Beberapa buah di antaranya mangga, manggis, dan nanas. Komoditas tersebut didorong untuk ekspor ke banyak negara contonya Jepang Cina dan negara-negara Eropa.

Tidak hanya mendorong buah lokal di pasar global, Amran juga mendorong masyarakat Indonesia mengkonsumsi buah lokal.  "Buah kita tidak kalah dengan buah lain," kata dia. Buktinya, kata dia, peluang ekspor buah tersebut relatif besar yang ditambah dengan kebutuhan tubuh terhadap buah dan sayur mencapai 250 gram per hari.

Ia meminta semua jajarannya hingga Dinas Pertanian tingkat kabupaten untul menyuguhkan buah lokal dan umbi-umbian kepada tamu. Dalam kesempatannya melakukan kunjungan kerja ke seluruh Indonesia, ia mengaku selalu disajikan buah lokal.  "Tidak ada buah impor," katanya.

Hal ini ia harap bisa ditiru Kementerian dan Lembaga bahkan seluruh pegawai Indonesia. Dengan begitu, pamor buah lokal akan meningkat dan menjadikannya berjaya di negeri sendiri.

"Mari kita galakan hortikultura, perkebunan buah-buah ini kemudian rempah-rempah. Karena masa depan pertanian adalah rempah-rempah dan buah," tegas Amran.

KANAL :makro